Wamendag Tinjau Harga Sembako di Pasar Cisalak Depok Jelang Ramadan 1447 H

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:07:57 WIB
Wamendag Tinjau Harga Sembako di Pasar Cisalak Depok Jelang Ramadan 1447 H

JAKARTA - Menjelang Ramadan 1447 H, pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok. 

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung Pasar Cisalak, Kota Depok, Jawa Barat. Tujuannya adalah memastikan pasar tradisional siap memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa gejolak harga yang signifikan.

Kunjungan ini dilakukan untuk memantau stok komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, daging, telur, dan ayam potong. 

Pemantauan bertujuan agar distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar. Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi antara pusat dan pelaku pasar agar pasokan tidak terganggu menjelang bulan suci.

Dialog dengan pedagang menjadi salah satu fokus utama kunjungan. Wamendag menanyakan kondisi stok, harga jual, dan respons masyarakat terhadap kenaikan harga. Interaksi ini membantu pemerintah memahami kondisi nyata di lapangan dan menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.

Pantauan Harga dan Ketersediaan Komoditas

Dalam peninjauan, Wamendag memastikan harga beberapa komoditas utama berada pada level yang stabil. Misalnya, beras tetap tersedia dengan kualitas baik dan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Minyak goreng, salah satu kebutuhan pokok harian, juga dipastikan mencukupi hingga menjelang Lebaran.

Daging sapi dan ayam potong menjadi perhatian karena permintaan meningkat menjelang Ramadan. Pemerintah memastikan pasokan kedua komoditas ini aman dan harga tidak mengalami lonjakan drastis. Telur, sebagai sumber protein murah, juga menjadi fokus agar tetap terjangkau di pasar tradisional.

Selain itu, Wamendag mengamati proses distribusi dari pedagang grosir ke eceran. Pemantauan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kesenjangan harga di lapisan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus mencegah spekulasi yang merugikan konsumen.

Dialog dengan Pedagang dan Konsumen

Kunjungan di Pasar Cisalak juga memberi kesempatan bagi Wamendag berdialog langsung dengan pedagang. Ia menanyakan tantangan yang mereka hadapi dalam memenuhi permintaan selama Ramadan. Pedagang menyampaikan berbagai kendala, termasuk fluktuasi harga dan biaya operasional.

Selain pedagang, Wamendag juga menyapa konsumen yang sedang berbelanja. Interaksi ini membantu pemerintah mengetahui preferensi konsumen, pola belanja, serta kebutuhan pokok yang paling banyak dicari. Data lapangan ini penting untuk perencanaan distribusi dan penetapan harga eceran yang stabil.

Pemerintah menekankan bahwa dialog dua arah ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah. Komunikasi yang baik memungkinkan respons cepat terhadap potensi lonjakan harga atau kelangkaan barang. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan sembako selama Ramadan.

Langkah Pengendalian Harga dan Stok

Selain pemantauan langsung, pemerintah juga menyiapkan mekanisme pengendalian harga. Salah satunya melalui penetapan harga eceran tertinggi untuk beberapa komoditas. Langkah ini dimaksudkan agar harga tetap wajar bagi konsumen, terutama kelompok berpendapatan rendah.

Pemerintah juga mendorong pedagang untuk menjaga kualitas produk agar tetap aman dan layak konsumsi. Stok barang dipantau secara berkala agar tidak terjadi kekurangan di pasar tradisional maupun modern. Upaya ini didukung oleh koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Perdagangan setempat dan Bulog, untuk memastikan pasokan terjaga.

Selain itu, pemerintah memperhatikan rantai pasok mulai dari produsen hingga konsumen. Pemantauan rantai pasok bertujuan mengurangi risiko harga melonjak akibat distribusi yang tidak merata. Dengan langkah ini, masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga stabil selama bulan puasa.

Manfaat Pemantauan Bagi Masyarakat

Pemantauan harga dan ketersediaan sembako membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Mereka dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Selain itu, pasokan yang cukup menjamin masyarakat tidak perlu khawatir kelangkaan menjelang Hari Raya.

Langkah ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Konsumen merasa aman berbelanja, sementara pedagang mendapat kepastian terkait pasokan dan harga jual. Dengan demikian, suasana pasar tetap kondusif dan transaksi berjalan lancar selama Ramadan.

Pemantauan langsung seperti ini juga memberi sinyal kepada pelaku pasar untuk tetap disiplin menjaga harga. Ketegasan pemerintah membuat peluang spekulasi harga menjadi lebih kecil. Masyarakat pun bisa menikmati bulan Ramadan dengan tenang, fokus pada ibadah dan aktivitas keluarga tanpa terbebani harga kebutuhan pokok yang tinggi.

Stabilitas Harga Kunci Ketahanan Pangan

Kunjungan Wamendag ke Pasar Cisalak menjadi langkah penting menjaga kestabilan harga sembako menjelang Ramadan 1447 H. Pemerintah memastikan stok, distribusi, dan harga bahan pokok tetap aman dan terjangkau. Dialog dengan pedagang dan konsumen memungkinkan respons cepat terhadap kondisi lapangan.

Pemantauan harga dan ketersediaan sembako mendukung ketahanan pangan nasional. Koordinasi lintas instansi memperkuat kontrol distribusi agar masyarakat mendapat manfaat maksimal. Dengan langkah ini, Ramadan dapat dijalani dengan lebih nyaman, aman, dan lancar bagi seluruh masyarakat.

Terkini