Dokter Jelaskan Bagaimana Sakit Gigi Bisa Memicu Risiko Serangan Jantung

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:08:04 WIB
Dokter Jelaskan Bagaimana Sakit Gigi Bisa Memicu Risiko Serangan Jantung

JAKARTA - Dokter Ungkap Alasan Sakit Gigi Bisa Picu Sakit Jantung menjadi perhatian serius para ahli. 

Selama ini banyak orang menyepelekan kesehatan mulut, hanya menganggap gigi berlubang atau gusi berdarah sebagai masalah sepele. Padahal penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mulut dapat berdampak langsung pada kesehatan organ vital lainnya, terutama jantung.

Drg. Rahmanto Budi, dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, menegaskan adanya hubungan erat antara kesehatan gigi dan jantung. 

Menurutnya, kesehatan mulut yang buruk bisa menjadi pintu masuk penyakit jantung yang berpotensi mematikan. Hubungan ini bukan sekadar teori, tetapi didukung bukti medis yang menunjukkan keterkaitan biologis antara gusi dan fungsi jantung.

Kondisi gigi yang rusak atau gusi yang terinfeksi meningkatkan risiko peradangan sistemik. Bakteri mulut dapat memasuki aliran darah dan memengaruhi lapisan jantung. Bahkan, pasien dengan katup jantung buatan memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius akibat infeksi mulut.

Mekanisme Bakteri Mulut Memengaruhi Jantung

Drg. Rahmanto menjelaskan, bakteri mulut memiliki kemampuan berpindah ke jantung melalui darah. Infeksi gusi atau periodontitis memungkinkan bakteri menempel pada katup jantung yang rusak. Kondisi ini dapat memicu peradangan yang dikenal sebagai endokarditis, salah satu penyakit jantung serius yang bisa mengancam nyawa.

Penelitian menunjukkan adanya bakteri mulut dalam timbunan lemak di pembuluh arteri pasien aterosklerosis. Hal ini mengindikasikan bahwa mikroorganisme dari mulut dapat berkontribusi pada penyempitan arteri. Dengan kata lain, kesehatan gigi dan gusi bukan hanya masalah lokal, tetapi berdampak pada keseluruhan sistem kardiovaskular.

Selain itu, infeksi kronis pada gusi meningkatkan kadar zat peradangan dalam darah. Peradangan ini dapat mempercepat proses aterosklerosis dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, menjaga kebersihan mulut menjadi langkah preventif yang penting untuk melindungi kesehatan jantung.

Risiko Kesehatan Akibat Infeksi Gigi

Dokter mengungkapkan beberapa risiko serius akibat infeksi gigi yang tidak ditangani. Salah satunya adalah endokarditis infektif, yaitu infeksi pada lapisan dalam jantung yang sering dipicu bakteri mulut. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama mereka yang memiliki kerusakan atau kelainan pada katup jantung.

Infeksi gusi juga dapat menimbulkan peradangan sistemik yang lebih luas. Zat peradangan dari gusi yang terinfeksi masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi pembuluh darah koroner. Dampaknya adalah percepatan penyumbatan pembuluh darah dan peningkatan risiko serangan jantung.

Selain itu, pasien yang akan menjalani operasi jantung biasanya diwajibkan melakukan skrining gigi terlebih dahulu. Pemeriksaan ini bertujuan meminimalkan risiko infeksi pasca-operasi. Dengan langkah ini, kemungkinan komplikasi akibat bakteri mulut dapat ditekan secara signifikan.

Langkah Pencegahan untuk Menjaga Jantung dan Gigi

Menjaga kesehatan mulut menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan jantung. Drg. Rahmanto menekankan langkah sederhana yang sangat krusial bagi setiap orang. Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan teknik yang tepat adalah langkah pertama yang harus dilakukan.

Selain itu, kontrol rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sangat dianjurkan. Bahkan jika tidak ada keluhan, pemeriksaan berkala dapat mendeteksi masalah sejak dini. Penanganan gigi berlubang atau gusi berdarah juga harus segera dilakukan, jangan menunggu rasa sakit muncul secara parah.

Perawatan mulut yang baik dapat mencegah bakteri masuk ke aliran darah. Dengan demikian, risiko infeksi jantung dan komplikasi serius lainnya dapat diminimalkan. Pencegahan ini juga membantu pasien tetap menjalani gaya hidup sehat tanpa terganggu masalah jantung akibat infeksi gigi.

Kesadaran dan Edukasi Masyarakat

Kesadaran masyarakat terhadap hubungan gigi dan jantung masih perlu ditingkatkan. Banyak orang yang belum memahami bahwa penyakit gusi kronis bisa memicu masalah jantung serius. Edukasi melalui dokter, media, dan kampanye kesehatan sangat penting agar masyarakat lebih proaktif menjaga kesehatan mulut.

Selain itu, dukungan keluarga juga menjadi faktor penting. Pasien yang sadar akan risiko dapat lebih disiplin menjalankan perawatan rutin. Langkah-langkah sederhana seperti menyikat gigi dengan benar, menggunakan benang gigi, dan rutin berkonsultasi dengan dokter gigi dapat menyelamatkan nyawa dalam jangka panjang.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat melihat kesehatan mulut sebagai bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Langkah pencegahan sederhana ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung, memperpanjang usia, dan meningkatkan kualitas hidup. 

Dokter Ungkap Alasan Sakit Gigi Bisa Picu Sakit Jantung menjadi pengingat penting bagi semua orang untuk menjaga mulut dan jantung secara bersamaan.

Terkini