Spektrum Terbatas Jadi Sorotan XLSMART Saat Komdigi Desak Internet Cepat

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:33:16 WIB
Spektrum Terbatas Jadi Sorotan XLSMART Saat Komdigi Desak Internet Cepat

JAKARTA - Kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang cepat dan terjangkau terus meningkat. 

Pemerintah mendorong operator seluler untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan digital. Upaya tersebut dihadapkan pada berbagai tantangan teknis dan struktural.

Komdigi Minta Internet Cepat dan Murah, XLSMART Soroti Ketersediaan Spektrum sebagai bagian dari diskursus kebijakan digital nasional. Arahan tersebut ditujukan kepada seluruh operator seluler di Indonesia. Tujuannya adalah memastikan pemerataan akses dan kualitas layanan.

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menyambut arahan tersebut dengan menyampaikan sejumlah catatan penting. Perusahaan menilai percepatan layanan perlu didukung kebijakan yang selaras. Tantangan infrastruktur dan spektrum menjadi perhatian utama.

Tantangan Infrastruktur dan Jaringan

Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART Reza Mirza menjelaskan tantangan utama yang dihadapi perusahaan. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur fiber dan backhaul masih menjadi kendala. Kondisi ini memengaruhi kapasitas jaringan secara keseluruhan.

Selain itu, keterbatasan spektrum juga menjadi faktor penting. Spektrum diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan layanan. Tanpa dukungan spektrum yang memadai, peningkatan kualitas jaringan sulit dilakukan.

Reza juga menyoroti skala permintaan dan keekonomian jaringan. Wilayah dengan trafik rendah memiliki tantangan tersendiri. “Serta skala permintaan dan keekonomian jaringan di wilayah dengan trafik yang belum tinggi,” kata Reza.

Pentingnya Sinergi Kebijakan Digital

Menurut Reza, peningkatan kualitas layanan memerlukan sinergi lintas pihak. Kebijakan yang terintegrasi menjadi kunci keberhasilan transformasi digital. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri sangat dibutuhkan.

Ia menyebut perlunya dukungan pemerintah melalui berbagai insentif. Insentif pembangunan jaringan dinilai penting untuk memperluas cakupan layanan. Peninjauan regulatory charges juga menjadi salah satu faktor pendukung.

Selain itu, kemudahan perizinan dan persaingan sehat dinilai krusial. Lanskap digital yang kompetitif akan mendorong inovasi. Dengan demikian, peningkatan kecepatan dapat berjalan seiring pemerataan kualitas layanan.

Komitmen XLSMART terhadap Arahan Pemerintah

Reza menegaskan bahwa pada prinsipnya XLSMART mendukung arahan Komdigi. Perusahaan sejalan dengan upaya menghadirkan internet yang lebih cepat dan terjangkau. Komitmen tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan.

“Karena sejalan dengan tujuan perusahaan yakni menghubungkan setiap orang Indonesia untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Reza. Pernyataan ini menegaskan orientasi layanan XLSMART. Perusahaan menempatkan konektivitas sebagai fondasi pembangunan digital.

Ia juga menyampaikan kesiapan XLSMART untuk berkolaborasi. Kerja sama dengan pemerintah dinilai penting untuk memperluas jaringan. Langkah ini bertujuan menghadirkan layanan broadband yang terjangkau.

Arah Kebijakan Komdigi dan Tata Kelola SIM

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta operator menghadirkan internet lebih cepat dan murah. Arahan ini disampaikan dalam konteks perbaikan tata kelola layanan seluler. Pemerintah menilai keamanan dan kualitas layanan harus berjalan beriringan.

Arahan tersebut disampaikan saat peresmian kewajiban registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah. Kebijakan ini bertujuan memperkuat keamanan identitas pengguna. Sistem face recognition diharapkan menekan penyalahgunaan kartu SIM.

Selain itu, pemerintah membatasi penggunaan satu NIK maksimal tiga nomor per operator. Kartu perdana juga diwajibkan diedarkan dalam kondisi tidak aktif. Operator diminta menyediakan fasilitas pengecekan nomor dan pemblokiran.

Harapan Peningkatan Layanan Pasca Regulasi

Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat tata kelola kartu SIM nasional. Dengan sistem yang lebih tertib, potensi kejahatan digital dapat ditekan. Langkah ini menjadi fondasi peningkatan kualitas layanan.

Setelah perbaikan tata kelola dilakukan, Komdigi meminta operator meningkatkan layanan. Peningkatan difokuskan pada kecepatan dan keterjangkauan harga. Masukan publik menjadi salah satu dasar kebijakan ini.

“Kami minta kepada operator seluler terus melakukan lebih banyak lagi, termasuk kecepatan internet. Jadi kan bagus kalau sudah lebih aman, internetnya tolong lebih dipercepat, ini juga masukan dari publik. Dan yang terakhir, harganya juga tolong tidak mahal-mahal ya,” kata Meutya.

Arahan tersebut menegaskan ekspektasi pemerintah terhadap industri seluler. Keamanan, kecepatan, dan keterjangkauan menjadi satu kesatuan. Operator diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berimbang.

Dengan dukungan kebijakan dan kolaborasi, percepatan internet dinilai realistis. Tantangan spektrum dan infrastruktur perlu diatasi bersama. Transformasi digital nasional diharapkan berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Terkini