Epicor Hadirkan Teknologi Canggih dan Talenta Unggul untuk Industri Manufaktur

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:09:15 WIB
Epicor Hadirkan Teknologi Canggih dan Talenta Unggul untuk Industri Manufaktur

JAKARTA - Transformasi digital sektor manufaktur Indonesia memasuki fase akselerasi yang menjanjikan. 

Keberhasilan percepatan ini sangat bergantung pada kesiapan talenta dan pemahaman teknologi di tingkat pelaku industri. Epicor menilai hal ini menjadi fokus utama strategi penetrasi pasar di Tanah Air.

Vincent Tang, Vice President Asia Epicor Software, menekankan tingkat adopsi teknologi di manufaktur masih lebih rendah dibanding sektor jasa. 

“Banyak pemilik bisnis manufaktur masih mengandalkan manajer TI dalam pengambilan keputusan, bukan memiliki peta jalan transformasi digital jangka panjang,” ujarnya. Ia menambahkan, hal ini menyebabkan adopsi cloud dan teknologi baru secara historis lebih lambat.

Menurut Vincent, kondisi ini justru menunjukkan peluang pertumbuhan yang besar. Kesadaran pelaku industri terhadap teknologi digital mulai meningkat seiring tren AI, cloud, dan otomasi produksi. Epicor mencatat, beberapa tahun terakhir semakin banyak perusahaan manufaktur di Asia, termasuk Indonesia, yang mulai memanfaatkan teknologi baru.

Tantangan Adopsi Teknologi di Manufaktur

Transformasi digital di manufaktur berbeda dengan sektor jasa yang lebih cepat mengadopsi teknologi. Industri manufaktur cenderung mengandalkan tim TI internal dan belum memiliki strategi digital terstruktur. Hal ini menjadi penghambat adopsi teknologi yang lebih luas.

Vincent mencontohkan negara seperti Singapura dan Hong Kong, yang lebih dulu mengadopsi smart manufacturing. Di sana, dukungan kebijakan pemerintah dan program edukasi industri membuat tingkat adopsi teknologi lebih tinggi. Ia menyarankan model serupa dapat diterapkan di Indonesia untuk mempercepat kesiapan digital manufaktur.

Selain itu, keterbatasan konsultan ERP menjadi tantangan nyata bagi banyak perusahaan manufaktur. Vincent menjelaskan, “Banyak pelanggan dan mitra kesulitan mencari konsultan yang memahami sistem ERP.” Hal ini memicu kebutuhan membangun pipeline talenta sejak pendidikan tinggi.

Strategi Edukasi dan Literasi Digital

Epicor menilai edukasi pasar menjadi langkah krusial dalam mempercepat adopsi teknologi. Perusahaan aktif bekerja sama dengan asosiasi industri untuk forum diskusi dan program literasi digital. Edukasi ini membantu pelaku industri memahami manfaat implementasi teknologi secara lebih komprehensif.

Program kerja sama dengan universitas menjadi salah satu inisiatif strategis. Vincent menekankan, pelatihan ERP berbasis praktik industri telah berjalan dua tahun di President University. 

Program ini menyediakan lebih dari 130 lisensi sistem bagi mahasiswa dan fakultas TI untuk memperoleh sertifikasi, dan lebih dari separuh peserta sudah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus.

Kolaborasi dengan universitas juga membuka peluang memperluas model serupa ke kampus lain. Model ini dinilai relevan untuk memperkuat kapasitas talenta di Indonesia maupun negara Asia Tenggara lain, termasuk Thailand. Epicor menekankan, pengembangan talenta lokal menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang di sektor manufaktur.

Ekspansi dan Penguatan Ekosistem

Strategi ekspansi Epicor di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan produk. Perusahaan membangun ekosistem jangka panjang yang melibatkan mitra implementasi, tenaga ahli, dan institusi pendidikan. 

Dalam delapan tahun terakhir, jumlah mitra perusahaan meningkat sepuluh kali lipat, sementara tim dan investasi teknologi juga berkembang signifikan.

Indonesia dipandang memiliki potensi besar berkat skala pasar dan pertumbuhan investasi industri yang tinggi. Momentum ini semakin menarik bagi perusahaan global yang ingin mendiversifikasi rantai pasok di luar pusat manufaktur tradisional. Epicor menilai kesiapan digital akan menjadi faktor penentu daya saing produsen nasional di pasar global.

Dengan fokus pada teknologi dan pengembangan talenta, perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan. Ekosistem yang kuat memungkinkan transfer pengetahuan, penerapan ERP yang efektif, dan penguatan kapabilitas talenta lokal. Hal ini menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur yang lebih kompetitif di tingkat global.

Peran Talenta Lokal sebagai Kunci Pertumbuhan

Pengembangan talenta lokal menjadi pilar utama strategi Epicor. Vincent menyebut, membangun pipeline konsultan ERP sejak kampus membantu menjawab tantangan pasar. “Model kerja sama universitas ini berpotensi diperluas ke kampus lain di Indonesia maupun Asia Tenggara,” jelasnya.

Perusahaan juga menekankan pentingnya sertifikasi dan pelatihan praktik industri. Langkah ini meningkatkan kualitas tenaga kerja dan kesiapan mereka menghadapi transformasi digital. Talenta yang kompeten menjadi penentu utama keberhasilan implementasi teknologi di manufaktur.

Dengan perpaduan teknologi dan talenta, Epicor optimistis mendukung pertumbuhan manufaktur Indonesia. Strategi ini mendorong perusahaan lokal mengadopsi digitalisasi secara lebih cepat dan efisien. Pada akhirnya, kesiapan digital dan kapasitas SDM akan menjadi kunci daya saing manufaktur nasional di pasar global.

Terkini