JAKARTA - Pergerakan harga logam mulia kembali menarik perhatian pelaku pasar pada awal pekan ini.
Kenaikan signifikan terjadi pada komoditas perak produksi dalam negeri yang diperdagangkan ritel. Lonjakan tersebut memperkuat sentimen positif terhadap aset safe haven berbasis logam.
Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau melesat tinggi pada Senin, 2 Maret 2026. Berdasarkan informasi dari laman Logam Mulia, harga perak Antam (ANTM) hari ini terbang Rp 1.050 ke level Rp 59.100 per gram. Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya pada Sabtu, 28 Februari 2026, harga perak Antam melonjak sebesar Rp 2.950 ke level Rp 58.050 per gram. Sementara itu pada Jumat, 27 Februari 2026, harga perak Antam sempat menguat Rp 150 ke posisi Rp 55.100 per gram. Rangkaian kenaikan ini menunjukkan momentum positif yang konsisten menjelang awal Maret.
Rincian Harga Perak Murni Antam
Pada Senin, 2 Maret 2026, harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 15.175.000. Untuk harga yang sudah termasuk PPN 11%, nilainya mencapai Rp 16.844.250. Angka tersebut mencerminkan penyesuaian harga seiring penguatan pasar.
Sementara itu, harga dasar perak Antam murni dengan berat 500 gram dipatok sebesar Rp 29.550.000. Adapun harga yang telah termasuk PPN 11% berada di level Rp 32.800.500. Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan harga per gram yang mengalami lonjakan tajam.
Perubahan harga pada berbagai ukuran menunjukkan respons langsung terhadap dinamika pasar global. Investor ritel yang memantau pergerakan harga mendapatkan gambaran jelas mengenai nilai pembelian. Stabilitas permintaan domestik turut menopang kenaikan tersebut.
Perak Antam Heritage Ikut Menguat
Selain produk perak murni reguler, lini perak Antam Heritage juga mengalami penyesuaian harga. Untuk berat 31,1 gram, harga hari ini tercatat Rp 2.385.845. Jika sudah termasuk PPN 11%, nilainya berada di kisaran Rp 2.648.288.
Adapun perak Antam Heritage dengan berat 186,6 gram dipatok sebesar Rp 13.193.356. Harga yang telah termasuk PPN 11% berada di level Rp 14.644.625. Produk Heritage ini biasanya diminati kolektor maupun investor yang mencari nilai tambah desain eksklusif.
Kenaikan pada lini Heritage memperlihatkan bahwa seluruh varian produk terdampak penguatan harga. Hal ini mempertegas tren bullish yang sedang berlangsung. Pergerakan tersebut sekaligus mencerminkan minat pasar terhadap logam perak.
Pengaruh Harga Perak Dunia
Kenaikan harga domestik tidak terlepas dari dinamika pasar global. Harga perak dunia mengalami penguatan tinggi menjelang awal pekan. Sentimen eksternal turut memengaruhi pergerakan harga di dalam negeri.
Dipantau dari laman Kitco pada Senin, 2 Maret 2026, harga perak terpantau menguat 1,15% ke kisaran US$ 95 per troy ons pada Minggu malam, 1 Maret waktu Amerika Serikat. Penguatan tersebut menjadi salah satu faktor pendorong lonjakan harga perak Antam. Pergerakan global yang solid biasanya cepat tercermin pada harga ritel domestik.
Korelasi antara harga internasional dan harga lokal semakin terlihat dalam beberapa hari terakhir. Ketika harga global melonjak, pasar domestik merespons dengan kenaikan yang sepadan. Kondisi ini membuat investor perlu mencermati perkembangan pasar dunia.
Prospek dan Respons Pasar
Lonjakan harga perak Antam pada awal Maret menunjukkan momentum yang cukup kuat. Tren kenaikan beruntun sejak akhir Februari memperlihatkan sentimen positif terhadap komoditas ini. Jika penguatan global berlanjut, harga domestik berpotensi tetap stabil di level tinggi.
Bagi investor, pergerakan ini menjadi peluang sekaligus tantangan dalam menentukan strategi. Kenaikan tajam membuka potensi keuntungan, namun juga memerlukan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan. Fluktuasi harga logam mulia dikenal sensitif terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global.
Secara keseluruhan, harga perak Antam baik murni maupun Heritage mencatatkan performa impresif pada awal pekan. Dukungan dari pasar global memperkuat tren kenaikan yang sudah terbentuk sebelumnya. Perkembangan ini menempatkan perak kembali sebagai salah satu instrumen investasi yang tengah menjadi sorotan.