Langkah Strategis MBG Dorong Harga Telur Tetap Stabil di Seluruh Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 15:54:06 WIB
Langkah Strategis MBG Dorong Harga Telur Tetap Stabil di Seluruh Indonesia

JAKARTA - Kementerian Pertanian mengklaim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat harga telur ayam ras tetap stabil. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan MBG menjadi instrumen pemerintah untuk menyerap produksi saat harga berpotensi turun. "Kan kini sekarang ada MBG. Ini yang alhamdulillah luar biasa MBG, MBG ini membuat harga telur stabil," ujarnya.

Amran menekankan bahwa pola MBG mendorong kolaborasi antara peternak rakyat dan perusahaan. "Kalau harga turun, MBG yang menyerap. Kemudian swasta mengekspor. Indahnya kalau kita kolaborasi," lanjutnya. Hal ini memastikan pasokan tetap tersalurkan meski ada fluktuasi harga.

Program MBG tidak hanya menyerap telur, tetapi juga ayam saat harga melemah. Sementara itu, perusahaan mengambil peran dalam pasar ekspor untuk menjaga keseimbangan pasokan. Strategi ini membangun ekosistem yang saling mendukung antara produksi lokal dan pasar global.

Kolaborasi Peternak Rakyat dan Perusahaan

Amran menambahkan, seluruh pelaku usaha dilibatkan dalam skema MBG untuk menciptakan sinergi. Peternak rakyat difokuskan untuk memasok kebutuhan MBG, sedangkan perusahaan memenuhi pasar ekspor. 

"Kita libatkan semua pihak. Kenapa peternak rakyat mengisi MBG? Kemudian ini [perusahaan] mengisi ekspor. Cantik enggak? Inilah hasil dari hilirisasi," ujarnya.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan harga tetap stabil dan produksi terserap maksimal. Peternak rakyat mendapat kepastian pasar, sementara perusahaan tetap mendapatkan peluang ekspor. Model ini menciptakan keseimbangan antara kepentingan lokal dan global.

Pendekatan ini juga memperkuat kapasitas produksi nasional. Dengan peran masing-masing pihak yang jelas, distribusi pangan menjadi lebih efisien. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Dampak Ekonomi MBG terhadap Komoditas Lain

Selain stabilisasi harga telur, MBG memberikan efek ekonomi lebih luas. Program ini mendorong permintaan berbagai komoditas pangan, termasuk sayuran dan tomat yang biasanya mengalami tekanan harga saat panen raya. "MBG itu adalah dia multiplier effect-nya menggerakkan ekonomi di masyarakat," jelas Amran.

Harga sayuran dan tomat cenderung meningkat karena program MBG menyerap produksi telur dan ayam. Hal ini memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi petani sayuran dan komoditas terkait. MBG dipandang sebagai solusi permanen untuk menjaga ekonomi rakyat tetap bergerak.

Dengan efek berganda ini, MBG bukan sekadar program pangan. Program ini mampu memicu sirkulasi ekonomi lokal yang lebih sehat. Pendekatan ini menegaskan peran pemerintah dalam menstabilkan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Data Harga Telur dan Daging Ayam

Data menunjukkan rata-rata harga telur ayam ras nasional pada pekan keempat Februari berada di atas HAP Rp30.000 per kilogram, yakni Rp32.006 per kilogram. Jumlah kabupaten/kota yang mencatat kenaikan harga meningkat menjadi 131 wilayah dari 105 sebelumnya. Harga tertinggi tercatat Rp100.000 per kilogram dan terendah Rp25.000 per kilogram.

Secara umum, harga telur ayam ras turun 0,85% dibandingkan Januari. Sebanyak 43,33% wilayah mengalami penurunan harga telur. Tren ini menunjukkan fluktuasi yang masih dalam kendali, berkat keberadaan MBG.

Sementara itu, harga daging ayam ras nasional berada di atas HAP Rp40.000 per kilogram, dibanderol Rp41.013 per kilogram atau naik 2,21% dibandingkan Januari. Harga tertinggi tercatat Rp100.000 per kilogram dan terendah Rp25.000 per kilogram. Sebanyak 58,06% wilayah mengalami kenaikan harga daging ayam ras.

Keberhasilan Strategi Hilirisasi Pangan

Amran menilai strategi MBG dan kolaborasi ekspor mencerminkan hilirisasi pangan yang efektif. Peternak rakyat dan perusahaan memiliki peran yang saling melengkapi untuk menjaga stabilitas pasar. Model ini memastikan pasokan tetap lancar dan harga terkendali di seluruh Indonesia.

Pendekatan ini juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan mekanisme MBG, pemerintah memiliki kontrol untuk menyerap kelebihan produksi saat harga turun. "Cantik enggak? Inilah hasil dari hilirisasi," ucap Amran menegaskan kembali keberhasilan program.

Selain itu, program MBG mampu menjaga keseimbangan antara produksi, konsumsi, dan ekspor. Hal ini menimbulkan efek ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan mekanisme ini, stabilitas harga telur dan daging ayam tetap terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Terkini