KAI

KAI Optimalkan Layanan Connecting Train untuk Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran

KAI Optimalkan Layanan Connecting Train untuk Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran
KAI Optimalkan Layanan Connecting Train untuk Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran

JAKARTA - Lonjakan permintaan perjalanan kereta api menjelang Lebaran 2026 mendorong perlunya strategi perjalanan yang lebih fleksibel. 

Banyak calon penumpang menghadapi keterbatasan tiket pada tanggal favorit arus mudik. Kondisi ini mendorong PT Kereta Api Indonesia menawarkan alternatif perjalanan yang tetap nyaman.

KAI Sarankan Connecting Train Saat Tiket Tanggal Favorit Lebaran 2026 Habis sebagai solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Fitur connecting train memungkinkan pelanggan mengombinasikan dua perjalanan kereta. Dengan cara ini, peluang mendapatkan tiket tetap terbuka meski jadwal utama telah penuh.

Masyarakat juga didorong aktif memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi resmi. Sistem pemesanan dirancang agar dapat diakses secara real time. Pendekatan ini memberi fleksibilitas lebih luas bagi calon penumpang.

Pemantauan Tiket dan Tingginya Minat Pemesanan

KAI mencatat peningkatan signifikan dalam pemesanan tiket reguler. Hingga saat ini, pemesanan dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir mencapai 228.506 tiket. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat perjalanan menjelang Idul Fitri.

Manager Humas KAI Daerah Operasi 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa peluang tiket masih tersedia. “Masyarakat dapat memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI serta kanal resmi lainnya, karena peluang mendapatkan tiket masih terbuka, terutama di luar puncak arus mudik,” ujar Franoto. Pernyataan ini menegaskan pentingnya fleksibilitas jadwal.

Meski tren pemesanan meningkat, ketersediaan kursi belum sepenuhnya habis. Masih terdapat sekitar 107 ribu tempat duduk yang dapat dimanfaatkan. Ketersediaan ini tersebar di berbagai tanggal keberangkatan.

Ketersediaan Kursi di Luar Puncak Mudik

Untuk periode keberangkatan 11 hingga 21 Maret 2026, KAI mencatat peluang perjalanan masih cukup besar. Sekitar 10.000 kursi per hari tersedia untuk KA jarak jauh. Kondisi ini memberi ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan rencana mudik.

Franoto menyampaikan bahwa tanggal favorit memang memiliki keterbatasan kursi. Namun di luar periode puncak, ketersediaan masih relatif longgar. “Meski tren pemesanan meningkat, masih terdapat sekitar 107 lebih tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk periode keberangkatan 11–21 Maret 2026,” ujar Franoto.

KAI memastikan keberangkatan H-1 Lebaran masih dapat dipesan. Tanggal 20 Maret 2026 masih menyediakan kursi yang cukup terbuka. Hal ini memberi alternatif bagi penumpang yang bersedia menyesuaikan jadwal.

Persiapan Kereta Tambahan Lebaran

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI juga menyiapkan kereta api tambahan. Penambahan ini difokuskan pada layanan jarak jauh. Tujuannya adalah mengakomodasi tingginya minat perjalanan.

Franoto menjelaskan bahwa kereta tambahan masih dalam tahap persiapan. “Saat ini tambahan KA (Lebaran) masih dipersiapkan. KA tambahan Lebaran nanti diinformasikan lebih lanjut oleh KAI pusat,” kata Franoto. Informasi lanjutan akan disampaikan secara resmi.

“Tahapan ini dilakukan untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat naik KA di masa libur Lebaran 2026,” lanjutnya. KAI memastikan seluruh penambahan layanan tetap mengutamakan keselamatan. Kenyamanan penumpang juga menjadi prioritas utama.

Sistem Bertahap dan Imbauan Penyesuaian Jadwal

Pemesanan tiket mudik Lebaran 2026 telah dibuka sejak 45 hari sebelum keberangkatan. Sistem bertahap diterapkan agar akses pemesanan lebih merata. Pendekatan ini mencegah lonjakan sistem dalam satu waktu.

Franoto menjelaskan bahwa pemesanan H-1 Lebaran dibuka secara terpisah. “Sementara itu, pemesanan tiket untuk keberangkatan H-1 atau tanggal 20 Maret 2026 akan mulai dibuka Selasa pukul 00.00 WIB,” tutur Franoto. Skema ini memberi kesempatan adil bagi calon penumpang.

Ia mengakui bahwa sisa kursi pada tanggal favorit 16–20 Maret 2026 memang terbatas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menyesuaikan waktu keberangkatan. Dengan fleksibilitas jadwal dan pemanfaatan connecting train, perjalanan mudik diharapkan tetap lancar dan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index